Selasa, 19 Agustus 2014

Belum itu Indah

Bismillah..

Belum...
berbeda dengan tidak
berbeda dengan nanti..

Ketika kamu belum bisa mendapatkan sesuatu, berbahagialah.. kamu masih mengerjakan prosesnya dan akan segera dihadiahi sesuatu itu.

Belum saatnya kalian update status perkembangan jagoan kecil atau penyelamat surga kalian.
Belum saatnya upload foto pemandangan dengan latar senyum/manyun atau gaya (sok) cool kalian, sah untuk dijadikan foto profil media sosial.
atau bahkan belum saatnya memusingkan siapa jodoh kalian.
Pernahkan kalian tersadar bahwa kenikmatan suatu hasil itu takkan senikmat yang kalian bisa rasakan jika tanpa suatu proses berpayah yang telah mendahuluinya, bahkan hasil atau kenikmatan itu sendiri adalah sebuah proses, bisa sebuah proses singkat atau sangat panjang. Oleh karena itu mari-mari kita perbaiki dan maksimalkan proses itu ....... proses menuju apa? menikah, punya anak, lulus ujian, sukses, menjadi orang yang lebih baik.. silahkan kalian sendiri yang akan mengisinya.

terlalu banyak kata belum dalam bacaan ringan ini...
mari kalian kembali membaca dan biarkan indah merasuk dalam alam bawah sadar kalian..
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
In shaa Alloh pasti terjadi
yang terbaik hamba ini..
Aamiin..

Minggu, 13 April 2014

BJM to BLC

Diawali dengan perjalanan pagi buta , muntah air hingga peraduan malam seharusnya..

Jam 3 (pagi buta)  akhirnya jalan juga dari rencana jam 2 dari Banjarmasin. Menunggu dengan kerja overtime tanpa sholat 1/3 malam tanpa tidur tengah malam
Bismillah...
Sudah dapat ditebak..tidur di tengah (per)jalan(an). Jam berganti jam 4 5 6 7 sudah termasuk sholat subuh dan akhirnya sampai juga di daerah yang di sana sini kita dapati kegiatan dan/ bekas kegiatan tambang.. Yaaaa bukan Angsana.. Disini kita cuman numpang sarapan. Soto menjadi menu andalan pagi itu yang penjualnya adalah seorang asli Jawa ..Yea..Javanese poeple is in da house baby..yaa di mana bumi dipijak di situ ada (warung) orang Jawa. Kami memang seorang penjaja(h) makanan. Lanjut jalan dengan sejuta harapan menuju pantai Idaman.. Pantai Angsana bukan Batakan bukan Sarang Tiyung apalagi BKK..tidak ada setengah jam yang berarti kurang dari tiga puluh menit kita sampailah kepada saat yang berbahagia dengan melewati jalan (kebun) Sawit mengantarkan kelelahan kami/ sopir ke depan pintu/bibir pantai indah Angsana...